Ketika peristiwa
Hijrah, saat Nabi Muhammad
pindah ke Madinah (622 M), Abu Bakar adalah satu-satunya orang yang
menemaninya. Abu Bakar juga terikat dengan Nabi Muhammad
secara
kekeluargaan. Anak perempuannya, Aisyah menikah dengan Nabi Muhammad
beberapa
saat setelah Hijrah.
Menjadi Khalifah
Selama masa sakit
Rasulullah
saat menjelang ajalnya, dikatakan bahwa Abu Bakar ditunjuk
untuk menjadi imam shalat menggantikannya, banyak yang menganggap ini
sebagai indikasi bahwa Abu Bakar akan menggantikan posisinya. Segera setelah
kematiannya (632), dilakukan musnyawarah di kalangan para pemuka kaum Anshar
dan Muhajirin di Madinah, yang akhirnya menghasilkan penunjukan Abu Bakar
sebagai pemimpin baru umat Islam atau khalifah Islam.
Apa yang terjadi saat
musyawarah tersebut menjadi sumber perdebatan. Penunjukan Abu Bakar sebagai
khalifah adalah subyek yang sangat kontroversial dan menjadi sumber
perpecahan pertama dalam Islam, dimana umat Islam terpecah menjadi kaum
sunni dan
syi'ah. Di satu
sisi kaum syi'ah percaya bahwa seharusnya Ali bin Abi Thalib (menantu nabi
Muhammad
)
yang menjadi pemimpin dan dipercayai ini adalah keputusan Rasulullah
sendiri sementara kaum sunni berpendapat bahwa Rasulullah
menolak untuk menunjuk penggantinya. Kaum sunni berargumen bahwa Rasulullah
mengedepankan musyawarah untuk penunjukan pemimpin. Terlepas dari
kontroversi dan kebenaran pendapat masing-masing kaum tersebut, Ali sendiri
secara formal menyatakan kesetiaannya (berbai'at) kepada Abu Bakar dan dua
khalifah setelahnya (Umar bin Khattab dan Usman bin Affan). Kaum sunni
menggambarkan pernyataan ini sebagai pernyataan yang antusias dan Ali
menjadi pendukung setia Abu Bakar dan Umar. Sementara kaum syi'ah
menggambarkan bahwa Ali melakukan baiat tersebut secara pro forma,
dan setelah itu ia menunjukkan protes dengan menutup diri dari kehidupan
publik.
Perang Ridda
Segera setelah
suksesi Abu Bakar, beberapa masalah yang mengancam persatuan dan stabilitas
komunitas dan negara Islam saat itu muncul. Beberapa suku Arab yang berasal
dari Hijaz dan Nejed membangkang kepada khalifah baru dan sistem yang ada.
Beberapa diantaranya menolak membayar zakat walaupun tidak menolak agama
Islam secara utuh. Beberapa yang lain kembali memeluk agama dan tradisi
lamanya yakni penyembahan berhala. Suku-suku tersebut mengklaim bahwa hanya
memiliki komitmen dengan Nabi Muhammad
dan dengan kematiannya
komitmennya tidak berlaku lagi. Berdasarkan hal ini Abu Bakar menyatakan
perang terhadap mereka yang dikenal dengan nama perang Ridda. Dalam perang
Ridda peperangan terbesar adalah memerangi Ibnu Habib al-Hanafi yang lebih
dikenal dengan nama Musailamah Al-Kazab (Musailamah si pembohong), yang
mengklaim dirinya sebagai nabi baru menggantikan Nabi Muhammad
.
Musailamah kemudian dikalahkan pada pertempuran Akraba oleh Khalid bin
Walid.
Ekspedisi ke utara
Setelah menstabilkan
keadaan internal dan secara penuh menguasai Arab, Abu Bakar memerintahkan
para jenderal Islam melawan kekaisaran Bizantium dan Kekaisaran Sassanid.
Khalid bin Walid menaklukkan Irak dengan mudah sementara ekspedisi ke suriah
juga meraih sukses.
Qur'an
Abu Bakar juga
berperan dalam pelestarian teks-teks tertulis Al Qur'an. Dikatakan bahwa
setelah kemenangan yang sangat sulit saat melawan Musailamah dalam perang
Ridda, banyak penghapal Al Qur'an yang ikut tewas dalam pertempuran. Abu
Bakar lantas meminta Umar bin Khattab untuk mengumpulkan koleksi dari Al
Qur'an. Setelah lengkap koleksi ini, yang dikumpulkan dari para penghapal
Al-Quran dan tulisan-tulisan yang terdapat pada media tulis seperti tulang,
kulit dan lain sebagainya, oleh sebuah team yang diketuai oleh shahabat Zaid
bin Tsabit, kemudian disimpan oleh Hafsah, anak dari Umar dan juga istri
dari Nabi Muhammad
. Kemudian pada masa pemerintahan Usman bin Affan
koleksi ini menjadi dasar penulisan teks al Qur'an hingga yang dikenal
hingga saat ini.
Kematian
Abu Bakar meninggal
pada tanggal 23 Agustus 634 di Madinah. Kematiannya disebutkan karena
sebab-sebab alami (beberapa mengatakan karena diracuni). Abu Bakar
dimakamkan di Masjid Nabawi, di samping makam Rasulullah
dan Umar bin
Khattab.
Abdullah bin Abbas
Abdullah bin Abbas
(dikenal juga dengan nama Ibnu Abbas, 619 - Thaif, 687/68H) adalah
seorang Sahabat Nabi
,
dan merupakan anak dari Abbas bin Abdul-Muththalib, paman dari Rasulullah
Muhammad
.
Ibnu Abbas merupakan
salah satu sahabat yang berpengetahuan luas, dan banyak hadits sahih yang
diriwayatkan melalui Ibnu Abbas, serta beliau juga menurunkan seluruh
Khalifah dari Bani Abbasiyah
Abdullah bin Umar
Abdullah bin Umar
(lahir 612 - wafat 693/696 atau 72/73 H) adalah anak Umar bin Khattab, masuk
Islam bersama ayahnya, sedang ia masih kecil.
Pada usia 13 tahun,
ia ingin menyertai ayahnya dalam Perang Badar. Namun Rasulullah menolaknya.
Perang pertama yang diikutinya adalah Perang Khandaq. Kemudian ikut
berperang bersama Ja'far bin Abu Thalib dalam Perang Mu'tah, dan ia datang
pula dalam Perang Yarmuk, ia menaklukan Mesir, dan daerah lain di Afrika.
Beliau adalah seorang Sahabat Nabi
yang dikenal sebagai periwayat hadits terbanyak kedua setelah Abu Hurairah,
yaitu sebanyak 2.630 hadits, karena beliau selalu mengikuti jejak-jejak
Rasulullah
kemana ia pergi. Bahkan Aisyah istri Rasulullah
memujinya dan berkata :"Tak seorang pun mengikuti jejak langkah Rasulullah
di tempat-tempat pemberhentiannya, seperti yang telah dilakukan Ibnu Umar".
Tabi'in yang paling banyak meriwayatkan darinya ialah Salim dan hamba
sahayanya Nafi'.
Pujian terhadap
kesalehannya muncul dari orang-orang saleh. Jabir bin Abdullah berkata :"
Tidak ada di antara kami disenangi oleh dunia dan dunia senang kepadanya,
kecuali Umar dan putranya Abdullah."
Ia hidup sampai 60
tahun setelah wafatnya Rasulullah
dan
biasanya memberi fatwa pada musim haji atau lainnya. Ia wafat dalam usia
lebih dari 80 tahun.
Abdurrahman bin Auf
Abdurrahman bin
Auf (bahasa Arab: عبد الرحمن بن عوف)
(meninggal 652) adalah salah seorang dari sahabat Nabi Muhammad
yang
terkenal. Ia adalah salah seorang dari delapan orang pertama (assabiqunal
awwalun) yang menerima agama Islam, yaitu dua hari setelah Abu Bakar.
Abdurrahman bin Auf berasal dari Bani Zuhrah. Salah seorang sahabat Nabi
lainnya, yaitu Saad bin Abi Waqqas, adalah saudara sepupunya. Abdurrahman
juga adalah suami dari saudara seibu Utsman bin Affan, yaitu anak perempuan
dari Urwa bint Kariz (ibu Utsman) dengan suami keduanya.
Kaum muslimin pada
umumnya menganggap bahwa Abdurrahman adalah salah seorang dari Sepuluh
Orang yang Dijamin Masuk Surga.
Amru bin Ash
Nama sebenarnya
adalah Amru bin Ash bin Wa'il bin Hisyam. Amru bin Ash pernah
mengambil bagian dalam peperangan menetang Rasulullah
. dan kaum
muslim. Beliau masuk Islam bersama Khalid bin Walid.
Enam bulan setelah
masuk Islam, beliau bersama Rasulullah
berjaya menalukan Mekah. Beliau
adalah panglima perang yang bijak mengatur strategi perang. Beliau adalah
panglima perang yang ‘berjaya’ menaklukan Baitul Maqdis dan Mesir dari
cengkaman Roma. Beliau telah di lantik sebagai gubernur Mesir oleh Umar bin
Khattab tetapi dipecat oleh Khalifah Usman bin Affan.
Bilal bin Rabah
Bilal bin Rabah
adalah seorang budak berkulit hitam dari Habasyah (sekarang Etiopia) yang
masuk Islam ketika masih diperbudak. Setelah majikannya mengetahui bahwa
Bilal masuk Islam, maka Bilal disiksa terus menerus setiap harinya guna
mengembalikannya agar tidak memeluk Islam. Tetapi Bilal tidak mau kembali
kepada kekafirannya dan tetap melantunkan "Allahu Ahad, Allahu ahad...".
Pada akhirnya Bilal
dimerdekakan oleh Abu Bakar dan menjadi sahabat setia Rasulullah
sampai-sampai Bilal dalam sebuah Hadist diceritakan bahwa ketika Isra'
Mi'raj, Rasulullah
telah melihat terompah Bilal di surga.
Ketika hukum syariat
adzan diperintahkan oleh Allah orang yang pertama kali disuruh oleh
Rasulullah
untuk
mengumandangkannya adalah Bilal bin Rabah dan suara Bilal memang sangatlah
merdu.
Hamzah bin
Abdul-Muththalib
Hamzah bin
Abdul-Muththalib (bahasa arab :حمزه بن عبدالمطلب ) adalah sahabat
sekaligus paman dan saudara sepersusuan Nabi Muhammad
. Ia memiliki
julukan "Singa Allah" karena kepahlawanannya saat membela Islam.
Kelahiran & Kehidupan Keluarga
Hamzah lahir
diperkirakan hampir bersamaan dengan Muhammad
.
Ia merupakan anak dari Abdul-Muththalib dan Haulah binti Wuhaib dari Bani
Zuhrah. Menurut riwayat, pernikahan Abdul-Muththalib dan Abdullah bin
Abdul-Muththalib terjadi bersamaan waktunya, dan ibu dari Nabi
,
Aminah binti Wahab, adalah saudara sepupu dari Haulah binti Wuhaib.
Kematian
Hamzah syahid pada
Perang Uhud, dibunuh oleh Wahsyi bin Harb, seorang budak Ethiopia milik
Hindun bin Utbah, istri dari Abu Sufyan bin Harb, yang ayahnya dibunuh oleh
Hamzah pada Perang Badar. Hindun menjanjikan kebebasan untuk Wahsyi bila ia
mampu membalaskan dendam Hindun dengan membunuh Hamzah.
Aminah binti Wahab
Aminah bint Wahab
(???-577) (Bahasa Arab: آمنة بنت وهب) adalah ibu yang melahirkan Muhammad
,
Nabi Islam. Aminah merupakan anak dari Wahab bin Abd al-Manaf yang berasal
dari Bani Zuhrah.
Abdullah bin Syaibah
Abdullāh bin
Syaibah atau lebih dikenal dengan
Abdullah bin Abdul-Muththalib (Bahasa Arab: عبدالله بن عبد المطلب)
(545-570) adalah ayah dari Muhammad
,
Ia anak Abdul-Muththalib. Ia meninggal di perjalanan kafilah
antara Mekkah dan Madinah. Saat ia meninggal Muhammad
masih
dalam kandungan ibunya Aminah.
Silsilah lengkapnya adalah:
عبدالله بن عبد المطلب
ابن هاشم بن عبد مناف بن قصي بن كلاب بن مرة بن كعب بن لؤي بن غالب ابن فهر بن
مالك بن النضر بن كنانة بن خزيمة بن مدركة بن الياس بن مضر بن نزار بن معد بن
عدنان
Dalam huruf latin, 'Abdullah bin 'Abdul-Muththalib
bin Hasyim (Amr) bin Abdul Manaf (al-Mughira) bin Qushay (Zaid) bin Kilab
bin Murrah bin Ka`b bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr (Quraish) bin Malik bin
an-Nadr (Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (Amir) bin Ilyas bin
Mudar bin Nizar bin Ma`ad bin Adnan.
Syaibah bin Hâsyim
Syaibah bin Hâsyim
(lahir 497 – 578) lebih dikenal dengan nama Abdul Muththalib atau 'Abd
al-Muththalib, sejak ia dibesarkan oleh pamannya Muththalib. Ia
merupakan kakek dari Nabi Muhammad
dan
Ali.
Khalid bin Walid
Khalid bin Walid
(584 - 642) adalah seorang panglima perang yang termahsyur dan ditakuti di
medan perang serta dijuluki sebagai "pedang Allah yang terhunus". Dia adalah
salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan
sepanjang karirnya.
Awalnya Khalid bin
Walid adalah panglima perang kaum kafir Quraisy yang terkenal dengan pasukan
kavalerinya. Pada saat
Pertempuran Uhud
Khalidlah yang melihat celah kelemahan pasukan Muslimin yang menjadi lemah
setelah bernafsu mengambil rampasan perang dan turun dari Bukit Uhud dan
menghajar pasukan Muslim pada saat itu. Tetapi setelah perang itulah Khalid
mulai masuk Islam.
Pada masa
pemerintahan Abu Bakar, Khalid diamanahkan unruk memperluas wilayah Islam
dan membuat kalang kabut pasukan Romawi dan Persia. Pada tahun 636, pasukan
Arab yang dipimpin Khalid berhasil menguasai Suriah dan Palestina dalam
Pertempuran Yarmuk, menandai dimulainya penyebaran Islam yang cepat di luar
Arab.
Akan tetapi setelah
masa pemerintahan Abu Bakar berganti dengan Usman bin Affan, Khalid
diberhentikan tugasnya dari medan perang dan diberi tugas untuk menjadi duta
besar. Hal ini dilakukan oleh Usman agar Khalid tidak terlalu didewakan oleh
kaum Muslimin pada masa itu.
Mua'dz bin Jabal
Mu'adz bin Jabal
adalah sahabat Nabi
yang berbai'at kepada Rasulullah
sejak
pertama kali. Sehingga ia termasuk orang yang pertama kali masuk Islam
(assabiqunal awwalun). Mu'adz terkenal sebagai cendekiawan dengan wawasannya
yang luas dan pemahaman yang mendalam dalam ilmu fiqh, dan bahkan Rasulullah
menyebutnya sebagai sahabat yang paling mengerti yang mana yang
halal dan yang
haram. Mu'adz
juga merupakan duta besar Islam yang pertama kali yang dikirim Rasulullah
.
Muawiyah bin Abu
Sufyan
Muawiyah bin Abu
Sufyan (602 - 680) (bahasa Arab: معاوية
بن أبي سفيان) bergelar Muawiyah I adalah khalifah pertama dari Bani
Umayyah.
Muawiyah diakui oleh
kalangan Sunni sebagai salah seorang Sahabat Nabi
, walaupun keislamannya
baru dilakukan setelah Mekkah ditaklukkan. Kalangan Syi'ah sampai saat ini
tidak mengakui Muawiyah sebagai khalifah dan Sahabat Nabi
, karena dianggap
telah menyimpang setelah meninggalnya Rasulullah
. Ia diakui sebagai
khalifah sejak
Hasan bin Ali,
yang selama beberapa bulan menggantikan ayahnya sebagai khalifah, berbai'at
padanya. Dia menjabat sebagai khalifah mulai tahun 661 sampai dengan 680.
Terjadinya
Perang Shiffin
makin memperkokoh posisi Muawiyah dan melemahkan kekhalifahan Ali bin Abu
Thalib, walaupun secara militer ia dapat dikalahkan. Hal ini adalah karena
keunggulan saat berdiplomasi antara Amru bin Ash (kubu Muawiyah) dengan Abu
Musa Al Asy'ari (kubu Ali) yang terjadi di akhir peperangan tersebut.
Seperti halnya Amru bin Ash, Muawiyah adalah seorang administrator dan
negarawan ulung.
Muhammad bin Abu
Bakar
Muhammad bin Abu
Bakar (631–658) adalah anak dari
Khalifah Islam pertama, Abu Bakar dan Asma binti Umais. Ketika Abu Bakar
meninggal, Asma binti Umais menikah lagi dengan Ali bin Abu Thalib, sepupu
Nabi
.. Muhammad bin Abu Bakar baru berusia tiga tahun waktu
itu terjadi; ia menjadi anak angkat Ali dan salah satu pendukung utamanya.
Ubay bin Kaab
Ubay bin Kaab (bahasa Arab: أبي بن كعب) (meninggal 639), yang juga dikenal sebagai Abu
Mundhir ("ayah Mundhir"), adalah salah seorang sahabat yang terkenal dan
terpandang di antara komunitas kaum Muslim awal.
Ubay adalah kaum
Anshar yang
berasal dari
Bani Khazraj
dan merupakan salah seorang dari Yathrib (Madinah) yang pertama-tama
menerima Islam dan melakukan bai'at kepada Nabi
di
Aqabah, sebelum terjadinya peristiwa hijrah. Ia turut mengambil bagian dalam
pertempuran Badr dan peperangan lain sesudahnya.
Ubay termasuk salah
seorang yang pertama-tama mencatatkan ayat-ayat Al Qur'an ke dalam bentuk
tulisan, karena Ubay merupakan salah seorang penulis bagi Nabi Muhammad
.
Ubay diriwayatkan memiliki suatu mushaf khusus susunannya sendiri, dan juga
termasuk diantara para sahabat yang merupakan penghapal Al Qur'an (hafiz).
Ubay adalah anggota
kelompok penasehat (mushawarah) yang dibentuk oleh khalifah Abu Bakr
sebagai tempat bertanya atas berbagai permasalahan. Dewan tersebut terdiri
dari Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin
Auf, Muadz bin Jabal, Zaid bin Tsabit dan Ubay bin Kaab sendiri.
Setelah Umar bin
Khattab menjadi khalifah, ia juga meminta nasehat dari kelompok yang sama.
Secara spesifik, ia meminta nasehat mengenai
fatwa-fatwa
kepada Utsman, Ubay and Zaid bin Tsabit.
Ubay meninggal dunia
pada tahun 29 H atau 639 M, yaitu pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan.
Umar bin Khattab
Umar bin Khattab
(581 - November 644) (bahasa Arab:
عمر بن الخطاب)
adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad
yang
juga menjadi khalifah kedua (634-644) dari empat Khalifah Ar-Rasyidin.
Latar belakang
Ia memiliki nama
lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza, terlahir di Mekkah, dari
Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy. Orangtuanya bernama Khaththab bin
Nufail Al Mahzumi Al Quraisyi dan Hantamah binti Hasyim.
Keluarga Umar
tergolong keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis yang pada
masa itu merupakan sesuatu yang jarang. Umar juga dikenal karena fisiknya
yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah.
Sebelum Islam,
sebagaimana tradisi kaum jahiliyah mekkah saat itu, Umar mengubur putrinya
hidup-hidup. Sebagaimana yang ia katakan sendiri, "Aku menangis ketika
menggali kubur untuk putriku. Dia maju dan kemudian menyisir janggutku".
Mabuk-mabukan juga
merupakan hal yang umum dikalangan kamu Quraish. Beberapa catatan mengatakan
bahwa pada masa pra-Islam, Umar suka meminum anggur. Setelah menjadi muslim,
ia tidak menyentuh alkohol sama sekali.
Memeluk Islam
Ketika ajakan memeluk
Islam dideklarasikan oleh Nabi Muhammad
, Umar mengambil posisi untuk
membela agama tradisional kaum Quraish (menyembah berhala). Pada saat itu
Umar adalah salah seorang yang sangat keras dalam melawan pesan Islam dan
sering melakukan penyiksaan terhadap pemeluknya.
Dikatakan bahwa pada
suatu saat, Umar berketetapan untuk membunuh Muhammad
. Saat mencarinya,
ia berpapasan dengan seorang muslim (Nu'aim bin Abdullah) yang kemudian
memberi tahu bahwa saudara perempuannya juga telah memeluk Islam. Umar
terkejut atas pemberitahuan itu dan pulang ke rumahnya.
Di rumah Umar
menjumpai bahwa saudaranya sedang membaca ayat-ayat Al Qur'an (surat Thoha),
ia menjadi marah akan hal tersebut dan memukul saudaranya. Ketika melihat
saudaranya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba, dan kemudian meminta
agar bacaan tersebut dapat ia lihat. Ia kemudian menjadi sangat terguncang
oleh isi Al Qur'an tersebut dan kemudian langsung memeluk Islam pada hari
itu juga.
Kehidupan di Madinah
Umar adalah salah
seorang yang ikut pada peristiwa hijrah ke Yathrib (Madinah) pada tahun 622
Masehi. Ia ikut terlibat pada perang Badar, Uhud, Khaybar serta penyerangan
ke Syria. Ia adalah salah seorang sahabat dekat Nabi Muhammad
Pada tahun 625,
putrinya (Hafsah) menikah dengan Nabi Muhammad
Kematian Muhammad

Setelah sakit dalam
beberapa minggu, Nabi Muhammad
wafat pada hari senin tanggal 8 Juni 632
(12 Rabiul Awal, 10 Hijriah), di Madinah.
Persiapan
pemakamannya dihambat oleh Umar yang melarang siapapun memandikan atau
menyiapkan jasadnya untuk pemakaman. Ia berkeras bahwa Nabi
tidaklah
wafat melainkan sedang tidak berada dalam tubuh kasarnya, dan akan kembali
sewaktu-waktu. (Hayatu Muhammad, M Husain Haikal)
Abu Bakar yang
kebetulan sedang berada di luar Madinah, demi mendengar kabar itu lantas
bergegas kembali. Ia menjumpai Umar sedang menahan muslim yang lain dan
lantas mengatakan.
"Saudara-saudara! Barangsiapa mau menyembah
Muhammad, Muhammad sudah mati. Tetapi barangsiapa mau menyembah Tuhan, Tuhan
hidup selalu tak pernah mati."
Abu Bakar kemudian
membacakan ayat dari Al Qur'an :
"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul,
sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat
atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik
ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah
sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang
bersyukur." (surat Ali 'Imran ayat 144)
Umar lantas menyerah
dan membiarkan persiapan penguburan dilaksanakan.
Masa kekhalifahan Abu Bakar
Pada masa Abu Bakar
menjabat sebagai khalifah, Umar merupakan salah satu penasehat kepalanya.
Kemudian setelah meninggalnya Abu Bakar pada tahun 634, Umar ditunjuk
menggantikannya.
Menjadi khalifah
Selama pemerintahan
Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih
Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia
(yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih
Mesir,
Palestina,
Syria,
Afrika Utara
dan
Armenia dari
kekaisaran Romawi (Byzantium).
Sejarah mencatat
banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada
pertempuran Yarmuk,
yang terjadi di dekat
Damaskus pada
tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan
Romawi yang
mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian
selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan
atas pasukan
Persia dalam
jumlah yang lebih besar pada pertempuran Qadisiyah(th 636), di dekat sungai
Efrat. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Waqqas
mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang
terkenal, Rustam Farrukhzad,
Pada tahun 637,
setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya
mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh
pendeta Sophronius dan diundang untuk shalat di dalam gereja (Church of the
Holy Sepulchre). Umar memilih untuk shalat ditempat lain agar tidak
membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan
ditempat ia shalat.
Umar melakukan banyak
reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik,
termasuk membangun sistem administratif untuk daerah yang baru ditaklukkan.
Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan
Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil
Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah. Ia juga memulai proses
kodifikasi hukum Islam.
Umar dikenal dari
gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan
para penguasa di jaman itu, ia tetap hidup sebagaimana saat para pemeluk
Islam masih miskin dan dianiaya.
Pada sekitar tahun ke
17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan
bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.
Kematian
Umar bin Khattab
dibunuh oleh Abu Lukluk, seorang budak pada saat ia akan memimpin shalat.
Pembunuhan ini konon dilatarbelankangi dendam pribadi Abu Lukluk terhadap
Umar. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M.
Setelah kematiannya jabatan khalifah dipegang oleh Usman bin Affan.
Utsman bin Affan
Utsman bin Affan
(bahasa Arab: عثمان بن عفان) (sekitar 574 - 656) adalah sahabat yang
termasuk Khulafaur Rasyidin yang ke-3. Usman adalah seorang yang saudagar
yang kaya tetapi sangatlah dermawan. Dialah yang berjasa membeli sumur dari
orang Yahudi yang memonopoli air di Madinah. Beliau juga berjasa dalam hal
membukukan Al-Qur'an.
Beliau adalah kalifah
ketiga yang memerintah dari tahun 644 hingga 656.
Zaid bin Tsabit
Zaid bin Tsabit
an-Najjari al-Anshari (612 - 637 (15
Hijriah)), (Bahasa Arab: زيد بن ثابت), atau yang lebih dikenal dengan
nama Zaid bin Tsabit r.a., adalah salah seorang sahabat Rasulullah
dan
merupakan penulis wahyu dan surat-surat Rasulullah
.
Zaid bin Tsabit telah
tinggal bersamanya ketika ia berada di Madinah. Ketika berusia berusia 11
tahun, Zaid bin Tsabit dikabarkan telah dapat menghafal 11
surah Al Quran.
Zaid bin Tsabit turut serta bersama Rasulullah
dalam perperangan Khandaq
dan peperangan-peperangan lainnya. Dalam peperangan Tabuk, Rasulullah
menyerahkan bendera Bani Najjar yang sebelumnya dibawa oleh Umaroh kepada
Zaid bin Tsabit. Ketika Umaroh bertanya kepada Rasulullah
, ia berkata:
"Al Quran harus diutamakan, sedang Zaid lebih banyak menghafal Al Quran
daripada engkau."
Kekuatan daya ingat
Zaid bin Tsabit telah membuatnya diangkat penulis wahyu dan surat-surat
Rasulullah
, dan menjadikannya tokoh yang terkemuka diantara para sahabat
lainnya. Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit bahwa:
Rasulullah
berkata kepadanya "Aku berkirim
surat kepada orang, dan aku khawatir, mereka akan menambah atau mengurangi
surat-suratku itu, maka pelajarilah bahasa Suryani", kemudian aku
mempelajarinya selama 17 hari, dan bahasa Ibrani selama 15 hari.
Zaid bin Tsabit juga
diangkat menjadi bendahara pada zaman pemerintahan Khalifah Abu Bakar dan
Khalifah Umar. Ketika pemerintahan Khalifah Utsman, Zaid bin Tsabit diangkat
menjadi pengurus Baitul Maal. Umar dan Utsman juga mengangkat Zaid bin
Tsabit sebagai pemegang jabatan khalifah sementara ketika mereka menunaikan
ibadah haji.
Zaid ibn Tsabit
adalah salah seorang yang diamanahkan untuk mengumpulkan dan menuliskan Al
Quran pada zaman kekhalifahan Abu Bakar dan Umar. Zaid bin Tsabit telah
meriwayatkan sembilan puluh dua hadist Rasulullah
, lima daripadanya
disepakati oleh Iman Bukhari dan Imam Muslim. Selain itu Iman Bukhari juga
meriwayatkan empat hadist yang lain bersumberkan dari Zaid ibn Tsabit,
sementara Imam Muslim meriwayatkan satu hadist yang lain bersumberkan dari
Zaid ibn Tsabit.
Zaid ibn Tsabit
meninggal pada tahun 15 Hijriah.
Tabi'in
Tabi'in
artinya pengikut, adalah orang Islam kawan sepergaulan dengan Sahabat Nabi
dan tidak mengalami masa hidup Nabi Muhammad
.
Usianya tentu saja lebih muda dari Sahabat Nabi
bahkan ada yang masih anak-anak atau remaja pada masa Sahabat masih hidup.
Tabi'in disebut juga
sebagai murid Sahabat Nabi
.