Logo Majelis

HOME 

PROFIL

KONTAK

BLOG

DONASI

______________

MUHAMMAD

SAHABAT NABI

TOKOH ISLAM

KOTA-KOTA ISLAM

______________

Imam Bukhari

Imam Muslim

Imam Al Ghazali

______________

Masjid Durga

Pengenalan Thasawuf

Fatwa MUI

______________

TAUBAT

KONSULTASI

DZIKRULLAH

______________

 

Sahabat Nabi

  |  Al Islam  |  Al Qur'an  |  Al Hadits Fiqih  I  Umum  |  Thasawuf  |  SMS  |

Sahabat Nabi

Sahabat Nabi, dari kata shahabah (ash-shahaabah, الصحابه) adalah mereka yang mengenal dan melihat langsung Nabi Muhammad , membantu perjuangannya dan meninggal dalam keadaan Muslim.

Definisi

Ibnu Hajar al-Asqalani asy-Syafi'i pernah berkata:

"Ash-Shabi (sahabat) ialah orang yang bertemu dengan Rasulullah , beriman kepada beliau dan meninggal dalam keadaan Islam"

Para sahabat didefinisikan sebagai mereka yang mengenal Nabi Muhammad , mempercayai ajarannya, dan meninggal dalam keadaan Islam. Para sahabat utama yang biasanya disebutkan hingga 50 sampai 60 nama, yakni mereka yang sangat dekat dengan Nabi Muhammad . Sahabat disebut pula murid Nabi Muhammad .

Identifikasi terhadap sahabat Nabi, termasuk status dan tingkatannya merupakan hal yang penting dalam dunia Islam karena dapat digunakan untuk mengevaluasi keabsahan suatu hadits maupun perbuatan Nabi yang diriwayatkan oleh mereka.

Tingkatan Sahabat

Menurut al-Hakim dalam Mustadrak, Sahabat terbagi dalam beberapa tingkatan, yaitu:

  1. Para sahabat yang masuk Islam di Mekkah, sebelum melakukan hijrah, seperti Khulafa'ur Rasyidin

    1. Khadijah binti Khuwailid

    2. Ali bin Abi Thalib

    3. Zaid bin Haritsah

    4. Abu Bakar ash-Shiddiq

    5. Umar bin Khattab

    6. Utsman bin Affan

    7. Abbas bin Abdul Muthalib

    8. Hamzah bin Abdul Muthalib

    9. Ja'far bin Abi Thalib

  2. Para sahabat yang mengikuti majelis Darunnadwah

  3. Para sahabat yang ikut serta berhijrah ke negeri Habasyah

  4. Para sahabat yang ikut serta pada bai'at Aqabah pertama

  5. Para sahabat yang ikut serta pada bai'at Aqabah kedua

  6. Para sahabat yang berhijrah setelah sampainya Rasulullah ke Madinah

  7. Para sahabat yang ikut serta pada perang Badar

  8. Para sahabat yang berhijrah antara perang Badar dan perjanjian Hudaibiyyah

  9. Para sahabat yang ikut serta pada bai'at Ridhwan

  10. Para sahabat yang berhijrah antara perjanjian Hudaibiyyah dan fathu Makkah

    1. Khalid bin Walid

    2. Amru bin Ash

  11. Para sahabat yang masuk Islam pada fathu Makkah,

    1. Abu Sufyan bin Umayyah

    2. Mu'awiyah bin Abu Sufyan

  12. Bayi-bayi dan anak-anak yang pernah melihat Rasulullah pada fathu Makkah

Beberapa Sahabat yang Terkenal

  • Abdurrahman bin Auf

  • Abdullah ibn Umar

  • Abu Bakar

  • Abu Dzar Al-Ghiffari

  • Abu Hurairah

  • Ali bin Abi Talib

  • AlQamah

  • Hamzah bin Abdul Muthalib

  • Ubaidah bin Jarrah

  • Umar bin Khattab

  • Usman bin Affan

  • Bilal bin Rabah

  • Khalid bin Walid

  • Mua'dz bin Jabal

  • Mua'wiyah bin Abu Sufyan

  • Sa'ad bin Abi Waqqas

  • Sa'id bin Zayd bin `Amr

  • Usamah bin Zaid bin Haritsah

  • Talhah

  • Uwais Al-Qarny

  • Wahsyi

  • Zubair bin Awwam

Abu Bakar

Abu Bakar(Bahasa Arab أبو بكر الصديق) (lahir: 572 - wafat: 23 Agustus 634/21 Jumadil Akhir 13H) termasuk di antara mereka yang paling awal memeluk Islam. Nama sebenarnya adalah Abdul Ka'bah, yang kemudian diubah oleh Rasulullah menjadi Abdullah. Sumber lain menyebutkan namanya adalah Abdullah bin Quhaffah. Nabi Muhammad juga memberinya gelar As-Shiddiq (yang berkata benar), sehingga ia lebih dikenal dengan nama Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Setelah Rasulullah wafat, Abu Bakar menjadi khalifah yang pertama pada tahun 632.

Memeluk Islam

Abu Bakar dilahirkan di Mekkah dari keturunan Bani Taim, suku bangsa Quraish. Berdasarkan beberapa sejarawan Islam, ia adalah seorang pedagang, hakim dengan kedudukan tinggi, seorang yang terpelajar serta dipercayai sebagai orang yang bisa menafsirkan mimpi. Berdasarkan keadaan saat itu dimana kepercayaan yang diajarkan Nabi Muhammad lebih banyak menarik minat anak-anak muda, orang miskin, kaum marjinal dan para budak, sulit diterima bahwa Abu Bakar justru termasuk dalam mereka yang memeluk Islam dalam periode awal dan juga berhasil mengajak penduduk mekkah dan kaum Quraish lainnya mengikutinya (memeluk Islam).

Awalnya ia dikenal dengan nama Abdul Ka'bah (pelayan Ka'bah), setelah memeluk Islam ia menggunakan nama Abdullah (pelayan Tuhan). Namun, ia lebih dikenal dengan nama Abu Bakar (dari bahasa arab Bakr yang berarti unta muda) karena minatnya dalam berternak unta.

Era bersama Nabi

Sebagaimana yang juga dialami oleh para pemeluk Islam pada masa awal. Ia juga mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh penduduk Mekkah yang mayoritas masih memeluk agama nenek moyang mereka. Namun, penyiksaan terparah dialami oleh mereka yang berasal dari golongan budak. Sementara para pemeluk non budak biasanya masih dilindungi oleh para keluarga dan sahabat mereka, para budak disiksa sekehendak tuannya. Hal ini mendorong Abu Bakar membebaskan para budak tersebut dengan membelinya dari tuannya kemudian memberinya kemerdekaan.

Beberapa budak yang ia bebaskan antara lain :

  • Bilal bin Rabah

  • Abu Fakih

  • Ammar

  • Abu Fuhaira

  • Lubainah

  • An Nahdiah

  • Ummu Ubays

  • Zinnira

Ketika peristiwa Hijrah, saat Nabi Muhammad pindah ke Madinah (622 M), Abu Bakar adalah satu-satunya orang yang menemaninya. Abu Bakar juga terikat dengan Nabi Muhammad secara kekeluargaan. Anak perempuannya, Aisyah menikah dengan Nabi Muhammad beberapa saat setelah Hijrah.

Menjadi Khalifah

Selama masa sakit Rasulullah saat menjelang ajalnya, dikatakan bahwa Abu Bakar ditunjuk untuk menjadi imam shalat menggantikannya, banyak yang menganggap ini sebagai indikasi bahwa Abu Bakar akan menggantikan posisinya. Segera setelah kematiannya (632), dilakukan musnyawarah di kalangan para pemuka kaum Anshar dan Muhajirin di Madinah, yang akhirnya menghasilkan penunjukan Abu Bakar sebagai pemimpin baru umat Islam atau khalifah Islam.

Apa yang terjadi saat musyawarah tersebut menjadi sumber perdebatan. Penunjukan Abu Bakar sebagai khalifah adalah subyek yang sangat kontroversial dan menjadi sumber perpecahan pertama dalam Islam, dimana umat Islam terpecah menjadi kaum sunni dan syi'ah. Di satu sisi kaum syi'ah percaya bahwa seharusnya Ali bin Abi Thalib (menantu nabi Muhammad) yang menjadi pemimpin dan dipercayai ini adalah keputusan Rasulullah sendiri sementara kaum sunni berpendapat bahwa Rasulullah menolak untuk menunjuk penggantinya. Kaum sunni berargumen bahwa Rasulullah mengedepankan musyawarah untuk penunjukan pemimpin. Terlepas dari kontroversi dan kebenaran pendapat masing-masing kaum tersebut, Ali sendiri secara formal menyatakan kesetiaannya (berbai'at) kepada Abu Bakar dan dua khalifah setelahnya (Umar bin Khattab dan Usman bin Affan). Kaum sunni menggambarkan pernyataan ini sebagai pernyataan yang antusias dan Ali menjadi pendukung setia Abu Bakar dan Umar. Sementara kaum syi'ah menggambarkan bahwa Ali melakukan baiat tersebut secara pro forma, dan setelah itu ia menunjukkan protes dengan menutup diri dari kehidupan publik.

Perang Ridda

Segera setelah suksesi Abu Bakar, beberapa masalah yang mengancam persatuan dan stabilitas komunitas dan negara Islam saat itu muncul. Beberapa suku Arab yang berasal dari Hijaz dan Nejed membangkang kepada khalifah baru dan sistem yang ada. Beberapa diantaranya menolak membayar zakat walaupun tidak menolak agama Islam secara utuh. Beberapa yang lain kembali memeluk agama dan tradisi lamanya yakni penyembahan berhala. Suku-suku tersebut mengklaim bahwa hanya memiliki komitmen dengan Nabi Muhammad dan dengan kematiannya komitmennya tidak berlaku lagi. Berdasarkan hal ini Abu Bakar menyatakan perang terhadap mereka yang dikenal dengan nama perang Ridda. Dalam perang Ridda peperangan terbesar adalah memerangi Ibnu Habib al-Hanafi yang lebih dikenal dengan nama Musailamah Al-Kazab (Musailamah si pembohong), yang mengklaim dirinya sebagai nabi baru menggantikan Nabi Muhammad . Musailamah kemudian dikalahkan pada pertempuran Akraba oleh Khalid bin Walid.

Ekspedisi ke utara

Setelah menstabilkan keadaan internal dan secara penuh menguasai Arab, Abu Bakar memerintahkan para jenderal Islam melawan kekaisaran Bizantium dan Kekaisaran Sassanid. Khalid bin Walid menaklukkan Irak dengan mudah sementara ekspedisi ke suriah juga meraih sukses.

Qur'an

Abu Bakar juga berperan dalam pelestarian teks-teks tertulis Al Qur'an. Dikatakan bahwa setelah kemenangan yang sangat sulit saat melawan Musailamah dalam perang Ridda, banyak penghapal Al Qur'an yang ikut tewas dalam pertempuran. Abu Bakar lantas meminta Umar bin Khattab untuk mengumpulkan koleksi dari Al Qur'an. Setelah lengkap koleksi ini, yang dikumpulkan dari para penghapal Al-Quran dan tulisan-tulisan yang terdapat pada media tulis seperti tulang, kulit dan lain sebagainya, oleh sebuah team yang diketuai oleh shahabat Zaid bin Tsabit, kemudian disimpan oleh Hafsah, anak dari Umar dan juga istri dari Nabi Muhammad . Kemudian pada masa pemerintahan Usman bin Affan koleksi ini menjadi dasar penulisan teks al Qur'an hingga yang dikenal hingga saat ini.

Kematian

Abu Bakar meninggal pada tanggal 23 Agustus 634 di Madinah. Kematiannya disebutkan karena sebab-sebab alami (beberapa mengatakan karena diracuni). Abu Bakar dimakamkan di Masjid Nabawi, di samping makam Rasulullah dan Umar bin Khattab.

Abdullah bin Abbas

Abdullah bin Abbas (dikenal juga dengan nama Ibnu Abbas, 619 - Thaif, 687/68H) adalah seorang Sahabat Nabi, dan merupakan anak dari Abbas bin Abdul-Muththalib, paman dari Rasulullah Muhammad .

Ibnu Abbas merupakan salah satu sahabat yang berpengetahuan luas, dan banyak hadits sahih yang diriwayatkan melalui Ibnu Abbas, serta beliau juga menurunkan seluruh Khalifah dari Bani Abbasiyah

Abdullah bin Umar

Abdullah bin Umar (lahir 612 - wafat 693/696 atau 72/73 H) adalah anak Umar bin Khattab, masuk Islam bersama ayahnya, sedang ia masih kecil.

Pada usia 13 tahun, ia ingin menyertai ayahnya dalam Perang Badar. Namun Rasulullah menolaknya. Perang pertama yang diikutinya adalah Perang Khandaq. Kemudian ikut berperang bersama Ja'far bin Abu Thalib dalam Perang Mu'tah, dan ia datang pula dalam Perang Yarmuk, ia menaklukan Mesir, dan daerah lain di Afrika.

Beliau adalah seorang Sahabat Nabi yang dikenal sebagai periwayat hadits terbanyak kedua setelah Abu Hurairah, yaitu sebanyak 2.630 hadits, karena beliau selalu mengikuti jejak-jejak Rasulullah kemana ia pergi. Bahkan Aisyah istri Rasulullah memujinya dan berkata :"Tak seorang pun mengikuti jejak langkah Rasulullah di tempat-tempat pemberhentiannya, seperti yang telah dilakukan Ibnu Umar". Tabi'in yang paling banyak meriwayatkan darinya ialah Salim dan hamba sahayanya Nafi'.

Pujian terhadap kesalehannya muncul dari orang-orang saleh. Jabir bin Abdullah berkata :" Tidak ada di antara kami disenangi oleh dunia dan dunia senang kepadanya, kecuali Umar dan putranya Abdullah."

Ia hidup sampai 60 tahun setelah wafatnya Rasulullah dan biasanya memberi fatwa pada musim haji atau lainnya. Ia wafat dalam usia lebih dari 80 tahun.

Abdurrahman bin Auf

Abdurrahman bin Auf (bahasa Arab: عبد الرحمن بن عوف) (meninggal 652) adalah salah seorang dari sahabat Nabi Muhammad yang terkenal. Ia adalah salah seorang dari delapan orang pertama (assabiqunal awwalun) yang menerima agama Islam, yaitu dua hari setelah Abu Bakar.

Abdurrahman bin Auf berasal dari Bani Zuhrah. Salah seorang sahabat Nabi lainnya, yaitu Saad bin Abi Waqqas, adalah saudara sepupunya. Abdurrahman juga adalah suami dari saudara seibu Utsman bin Affan, yaitu anak perempuan dari Urwa bint Kariz (ibu Utsman) dengan suami keduanya.

Kaum muslimin pada umumnya menganggap bahwa Abdurrahman adalah salah seorang dari Sepuluh Orang yang Dijamin Masuk Surga.

Amru bin Ash

Nama sebenarnya adalah Amru bin Ash bin Wa'il bin Hisyam. Amru bin Ash pernah mengambil bagian dalam peperangan menetang Rasulullah . dan kaum muslim. Beliau masuk Islam bersama Khalid bin Walid.

Enam bulan setelah masuk Islam, beliau bersama Rasulullah berjaya menalukan Mekah. Beliau adalah panglima perang yang bijak mengatur strategi perang. Beliau adalah panglima perang yang ‘berjaya’ menaklukan Baitul Maqdis dan Mesir dari cengkaman Roma. Beliau telah di lantik sebagai gubernur Mesir oleh Umar bin Khattab tetapi dipecat oleh Khalifah Usman bin Affan.

Bilal bin Rabah

Bilal bin Rabah adalah seorang budak berkulit hitam dari Habasyah (sekarang Etiopia) yang masuk Islam ketika masih diperbudak. Setelah majikannya mengetahui bahwa Bilal masuk Islam, maka Bilal disiksa terus menerus setiap harinya guna mengembalikannya agar tidak memeluk Islam. Tetapi Bilal tidak mau kembali kepada kekafirannya dan tetap melantunkan "Allahu Ahad, Allahu ahad...".

Pada akhirnya Bilal dimerdekakan oleh Abu Bakar dan menjadi sahabat setia Rasulullah sampai-sampai Bilal dalam sebuah Hadist diceritakan bahwa ketika Isra' Mi'raj, Rasulullah telah melihat terompah Bilal di surga.

Ketika hukum syariat adzan diperintahkan oleh Allah orang yang pertama kali disuruh oleh Rasulullah untuk mengumandangkannya adalah Bilal bin Rabah dan suara Bilal memang sangatlah merdu.

Hamzah bin Abdul-Muththalib

Hamzah bin Abdul-Muththalib (bahasa arab :حمزه بن عبدالمطلب ) adalah sahabat sekaligus paman dan saudara sepersusuan Nabi Muhammad . Ia memiliki julukan "Singa Allah" karena kepahlawanannya saat membela Islam.

Kelahiran & Kehidupan Keluarga

Hamzah lahir diperkirakan hampir bersamaan dengan Muhammad. Ia merupakan anak dari Abdul-Muththalib dan Haulah binti Wuhaib dari Bani Zuhrah. Menurut riwayat, pernikahan Abdul-Muththalib dan Abdullah bin Abdul-Muththalib terjadi bersamaan waktunya, dan ibu dari Nabi, Aminah binti Wahab, adalah saudara sepupu dari Haulah binti Wuhaib.

Kematian

Hamzah syahid pada Perang Uhud, dibunuh oleh Wahsyi bin Harb, seorang budak Ethiopia milik Hindun bin Utbah, istri dari Abu Sufyan bin Harb, yang ayahnya dibunuh oleh Hamzah pada Perang Badar. Hindun menjanjikan kebebasan untuk Wahsyi bila ia mampu membalaskan dendam Hindun dengan membunuh Hamzah.

Aminah binti Wahab

Aminah bint Wahab (???-577) (Bahasa Arab: آمنة بنت وهب) adalah ibu yang melahirkan Muhammad, Nabi Islam. Aminah merupakan anak dari Wahab bin Abd al-Manaf yang berasal dari Bani Zuhrah.

Abdullah bin Syaibah

Abdullāh bin Syaibah atau lebih dikenal dengan Abdullah bin Abdul-Muththalib (Bahasa Arab: عبدالله بن عبد المطلب‎)‎ (545-570) adalah ayah dari Muhammad, Ia anak Abdul-Muththalib. Ia meninggal di perjalanan kafilah antara Mekkah dan Madinah. Saat ia meninggal Muhammad masih dalam kandungan ibunya Aminah.

Silsilah lengkapnya adalah:

عبدالله بن عبد المطلب ابن هاشم بن عبد مناف بن قصي بن كلاب بن مرة بن كعب بن لؤي بن غالب ابن فهر بن مالك بن النضر بن كنانة بن خزيمة بن مدركة بن الياس بن مضر بن نزار بن معد بن عدنان

Dalam huruf latin, 'Abdullah bin 'Abdul-Muththalib bin Hasyim (Amr) bin Abdul Manaf (al-Mughira) bin Qushay (Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka`b bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr (Quraish) bin Malik bin an-Nadr (Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (Amir) bin Ilyas bin Mudar bin Nizar bin Ma`ad bin Adnan.

Syaibah bin Hâsyim

Syaibah bin Hâsyim (lahir 497 – 578) lebih dikenal dengan nama Abdul Muththalib atau 'Abd al-Muththalib, sejak ia dibesarkan oleh pamannya Muththalib. Ia merupakan kakek dari Nabi Muhammad dan Ali.

Khalid bin Walid

Khalid bin Walid (584 - 642) adalah seorang panglima perang yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai "pedang Allah yang terhunus". Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang karirnya.

Awalnya Khalid bin Walid adalah panglima perang kaum kafir Quraisy yang terkenal dengan pasukan kavalerinya. Pada saat Pertempuran Uhud Khalidlah yang melihat celah kelemahan pasukan Muslimin yang menjadi lemah setelah bernafsu mengambil rampasan perang dan turun dari Bukit Uhud dan menghajar pasukan Muslim pada saat itu. Tetapi setelah perang itulah Khalid mulai masuk Islam.

Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Khalid diamanahkan unruk memperluas wilayah Islam dan membuat kalang kabut pasukan Romawi dan Persia. Pada tahun 636, pasukan Arab yang dipimpin Khalid berhasil menguasai Suriah dan Palestina dalam Pertempuran Yarmuk, menandai dimulainya penyebaran Islam yang cepat di luar Arab.

Akan tetapi setelah masa pemerintahan Abu Bakar berganti dengan Usman bin Affan, Khalid diberhentikan tugasnya dari medan perang dan diberi tugas untuk menjadi duta besar. Hal ini dilakukan oleh Usman agar Khalid tidak terlalu didewakan oleh kaum Muslimin pada masa itu.

Mua'dz bin Jabal

Mu'adz bin Jabal adalah sahabat Nabi yang berbai'at kepada Rasulullah sejak pertama kali. Sehingga ia termasuk orang yang pertama kali masuk Islam (assabiqunal awwalun). Mu'adz terkenal sebagai cendekiawan dengan wawasannya yang luas dan pemahaman yang mendalam dalam ilmu fiqh, dan bahkan Rasulullah menyebutnya sebagai sahabat yang paling mengerti yang mana yang halal dan yang haram. Mu'adz juga merupakan duta besar Islam yang pertama kali yang dikirim Rasulullah.

Muawiyah bin Abu Sufyan

Muawiyah bin Abu Sufyan (602 - 680) (bahasa Arab: معاوية بن أبي سفيان) bergelar Muawiyah I adalah khalifah pertama dari Bani Umayyah.

Muawiyah diakui oleh kalangan Sunni sebagai salah seorang Sahabat Nabi , walaupun keislamannya baru dilakukan setelah Mekkah ditaklukkan. Kalangan Syi'ah sampai saat ini tidak mengakui Muawiyah sebagai khalifah dan Sahabat Nabi, karena dianggap telah menyimpang setelah meninggalnya Rasulullah . Ia diakui sebagai khalifah sejak Hasan bin Ali, yang selama beberapa bulan menggantikan ayahnya sebagai khalifah, berbai'at padanya. Dia menjabat sebagai khalifah mulai tahun 661 sampai dengan 680.

Terjadinya Perang Shiffin makin memperkokoh posisi Muawiyah dan melemahkan kekhalifahan Ali bin Abu Thalib, walaupun secara militer ia dapat dikalahkan. Hal ini adalah karena keunggulan saat berdiplomasi antara Amru bin Ash (kubu Muawiyah) dengan Abu Musa Al Asy'ari (kubu Ali) yang terjadi di akhir peperangan tersebut. Seperti halnya Amru bin Ash, Muawiyah adalah seorang administrator dan negarawan ulung.

Muhammad bin Abu Bakar

Muhammad bin Abu Bakar (631–658) adalah anak dari Khalifah Islam pertama, Abu Bakar dan Asma binti Umais. Ketika Abu Bakar meninggal, Asma binti Umais menikah lagi dengan Ali bin Abu Thalib, sepupu Nabi .. Muhammad bin Abu Bakar baru berusia tiga tahun waktu itu terjadi; ia menjadi anak angkat Ali dan salah satu pendukung utamanya.

Ubay bin Kaab

Ubay bin Kaab (bahasa Arab: أبي بن كعب) (meninggal 639), yang juga dikenal sebagai Abu Mundhir ("ayah Mundhir"), adalah salah seorang sahabat yang terkenal dan terpandang di antara komunitas kaum Muslim awal.

Ubay adalah kaum Anshar yang berasal dari Bani Khazraj dan merupakan salah seorang dari Yathrib (Madinah) yang pertama-tama menerima Islam dan melakukan bai'at kepada Nabi di Aqabah, sebelum terjadinya peristiwa hijrah. Ia turut mengambil bagian dalam pertempuran Badr dan peperangan lain sesudahnya.

Ubay termasuk salah seorang yang pertama-tama mencatatkan ayat-ayat Al Qur'an ke dalam bentuk tulisan, karena Ubay merupakan salah seorang penulis bagi Nabi Muhammad . Ubay diriwayatkan memiliki suatu mushaf khusus susunannya sendiri, dan juga termasuk diantara para sahabat yang merupakan penghapal Al Qur'an (hafiz).

Ubay adalah anggota kelompok penasehat (mushawarah) yang dibentuk oleh khalifah Abu Bakr sebagai tempat bertanya atas berbagai permasalahan. Dewan tersebut terdiri dari Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Muadz bin Jabal, Zaid bin Tsabit dan Ubay bin Kaab sendiri.

Setelah Umar bin Khattab menjadi khalifah, ia juga meminta nasehat dari kelompok yang sama. Secara spesifik, ia meminta nasehat mengenai fatwa-fatwa kepada Utsman, Ubay and Zaid bin Tsabit.

Ubay meninggal dunia pada tahun 29 H atau 639 M, yaitu pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan.

Umar bin Khattab

Umar bin Khattab (581 - November 644) (bahasa Arab: عمر بن الخطاب) adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang juga menjadi khalifah kedua (634-644) dari empat Khalifah Ar-Rasyidin.

Latar belakang

Ia memiliki nama lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza, terlahir di Mekkah, dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy. Orangtuanya bernama Khaththab bin Nufail Al Mahzumi Al Quraisyi dan Hantamah binti Hasyim.

Keluarga Umar tergolong keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis yang pada masa itu merupakan sesuatu yang jarang. Umar juga dikenal karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah.

Sebelum Islam, sebagaimana tradisi kaum jahiliyah mekkah saat itu, Umar mengubur putrinya hidup-hidup. Sebagaimana yang ia katakan sendiri, "Aku menangis ketika menggali kubur untuk putriku. Dia maju dan kemudian menyisir janggutku".

Mabuk-mabukan juga merupakan hal yang umum dikalangan kamu Quraish. Beberapa catatan mengatakan bahwa pada masa pra-Islam, Umar suka meminum anggur. Setelah menjadi muslim, ia tidak menyentuh alkohol sama sekali.

Memeluk Islam

Ketika ajakan memeluk Islam dideklarasikan oleh Nabi Muhammad , Umar mengambil posisi untuk membela agama tradisional kaum Quraish (menyembah berhala). Pada saat itu Umar adalah salah seorang yang sangat keras dalam melawan pesan Islam dan sering melakukan penyiksaan terhadap pemeluknya.

Dikatakan bahwa pada suatu saat, Umar berketetapan untuk membunuh Muhammad . Saat mencarinya, ia berpapasan dengan seorang muslim (Nu'aim bin Abdullah) yang kemudian memberi tahu bahwa saudara perempuannya juga telah memeluk Islam. Umar terkejut atas pemberitahuan itu dan pulang ke rumahnya.

Di rumah Umar menjumpai bahwa saudaranya sedang membaca ayat-ayat Al Qur'an (surat Thoha), ia menjadi marah akan hal tersebut dan memukul saudaranya. Ketika melihat saudaranya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat. Ia kemudian menjadi sangat terguncang oleh isi Al Qur'an tersebut dan kemudian langsung memeluk Islam pada hari itu juga.

Kehidupan di Madinah

Umar adalah salah seorang yang ikut pada peristiwa hijrah ke Yathrib (Madinah) pada tahun 622 Masehi. Ia ikut terlibat pada perang Badar, Uhud, Khaybar serta penyerangan ke Syria. Ia adalah salah seorang sahabat dekat Nabi Muhammad

Pada tahun 625, putrinya (Hafsah) menikah dengan Nabi Muhammad

Kematian Muhammad

Setelah sakit dalam beberapa minggu, Nabi Muhammad wafat pada hari senin tanggal 8 Juni 632 (12 Rabiul Awal, 10 Hijriah), di Madinah.

Persiapan pemakamannya dihambat oleh Umar yang melarang siapapun memandikan atau menyiapkan jasadnya untuk pemakaman. Ia berkeras bahwa Nabi tidaklah wafat melainkan sedang tidak berada dalam tubuh kasarnya, dan akan kembali sewaktu-waktu. (Hayatu Muhammad, M Husain Haikal)

Abu Bakar yang kebetulan sedang berada di luar Madinah, demi mendengar kabar itu lantas bergegas kembali. Ia menjumpai Umar sedang menahan muslim yang lain dan lantas mengatakan.

"Saudara-saudara! Barangsiapa mau menyembah Muhammad, Muhammad sudah mati. Tetapi barangsiapa mau menyembah Tuhan, Tuhan hidup selalu tak pernah mati."

Abu Bakar kemudian membacakan ayat dari Al Qur'an :

"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (surat Ali 'Imran ayat 144)

Umar lantas menyerah dan membiarkan persiapan penguburan dilaksanakan.

Masa kekhalifahan Abu Bakar

Pada masa Abu Bakar menjabat sebagai khalifah, Umar merupakan salah satu penasehat kepalanya. Kemudian setelah meninggalnya Abu Bakar pada tahun 634, Umar ditunjuk menggantikannya.

Menjadi khalifah

Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium).

Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pertempuran Qadisiyah(th 636), di dekat sungai Efrat. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Waqqas mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad,

Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk shalat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih untuk shalat ditempat lain agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan ditempat ia shalat.

Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administratif untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam.

Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di jaman itu, ia tetap hidup sebagaimana saat para pemeluk Islam masih miskin dan dianiaya.

Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.

Kematian

Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Lukluk, seorang budak pada saat ia akan memimpin shalat. Pembunuhan ini konon dilatarbelankangi dendam pribadi Abu Lukluk terhadap Umar. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M. Setelah kematiannya jabatan khalifah dipegang oleh Usman bin Affan.

Utsman bin Affan

Utsman bin Affan (bahasa Arab: عثمان بن عفان) (sekitar 574 - 656) adalah sahabat yang termasuk Khulafaur Rasyidin yang ke-3. Usman adalah seorang yang saudagar yang kaya tetapi sangatlah dermawan. Dialah yang berjasa membeli sumur dari orang Yahudi yang memonopoli air di Madinah. Beliau juga berjasa dalam hal membukukan Al-Qur'an.

Beliau adalah kalifah ketiga yang memerintah dari tahun 644 hingga 656.

Zaid bin Tsabit

Zaid bin Tsabit an-Najjari al-Anshari (612 - 637 (15 Hijriah)), (Bahasa Arab: زيد بن ثابت), atau yang lebih dikenal dengan nama Zaid bin Tsabit r.a., adalah salah seorang sahabat Rasulullah dan merupakan penulis wahyu dan surat-surat Rasulullah .

Zaid bin Tsabit telah tinggal bersamanya ketika ia berada di Madinah. Ketika berusia berusia 11 tahun, Zaid bin Tsabit dikabarkan telah dapat menghafal 11 surah Al Quran. Zaid bin Tsabit turut serta bersama Rasulullah dalam perperangan Khandaq dan peperangan-peperangan lainnya. Dalam peperangan Tabuk, Rasulullah menyerahkan bendera Bani Najjar yang sebelumnya dibawa oleh Umaroh kepada Zaid bin Tsabit. Ketika Umaroh bertanya kepada Rasulullah , ia berkata: "Al Quran harus diutamakan, sedang Zaid lebih banyak menghafal Al Quran daripada engkau."

Kekuatan daya ingat Zaid bin Tsabit telah membuatnya diangkat penulis wahyu dan surat-surat Rasulullah , dan menjadikannya tokoh yang terkemuka diantara para sahabat lainnya. Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit bahwa:

Rasulullah berkata kepadanya "Aku berkirim surat kepada orang, dan aku khawatir, mereka akan menambah atau mengurangi surat-suratku itu, maka pelajarilah bahasa Suryani", kemudian aku mempelajarinya selama 17 hari, dan bahasa Ibrani selama 15 hari.

Zaid bin Tsabit juga diangkat menjadi bendahara pada zaman pemerintahan Khalifah Abu Bakar dan Khalifah Umar. Ketika pemerintahan Khalifah Utsman, Zaid bin Tsabit diangkat menjadi pengurus Baitul Maal. Umar dan Utsman juga mengangkat Zaid bin Tsabit sebagai pemegang jabatan khalifah sementara ketika mereka menunaikan ibadah haji.

Zaid ibn Tsabit adalah salah seorang yang diamanahkan untuk mengumpulkan dan menuliskan Al Quran pada zaman kekhalifahan Abu Bakar dan Umar. Zaid bin Tsabit telah meriwayatkan sembilan puluh dua hadist Rasulullah , lima daripadanya disepakati oleh Iman Bukhari dan Imam Muslim. Selain itu Iman Bukhari juga meriwayatkan empat hadist yang lain bersumberkan dari Zaid ibn Tsabit, sementara Imam Muslim meriwayatkan satu hadist yang lain bersumberkan dari Zaid ibn Tsabit.

Zaid ibn Tsabit meninggal pada tahun 15 Hijriah.

Tabi'in

Tabi'in artinya pengikut, adalah orang Islam kawan sepergaulan dengan Sahabat Nabi dan tidak mengalami masa hidup Nabi Muhammad. Usianya tentu saja lebih muda dari Sahabat Nabi bahkan ada yang masih anak-anak atau remaja pada masa Sahabat masih hidup.

Tabi'in disebut juga sebagai murid Sahabat Nabi.

 

 

 

  |  Al Islam  |  Al Qur'an  |  Al Hadits Fiqih  I  Umum  |  Thasawuf  |  SMS  |